analisis rencana pelaksanaan pembelajaran tematik ...

May 14, 2017 | Author: Anonymous | Category: Documents
Share Embed


Short Description

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rencana pelaksanaan pembelajaran tematik berdasarkan Kurikulum. 2013 yang di...

Description

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru melalui Penelitian & Pengembangan dalam Menghadapi Tantangan Abad-21” Surakarta, 22 Oktober 2016

ANALISIS RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK YANG DISUSUN GURU SD Budi Utami1, Sri Yamtinah2, Widiastuti Agustina ES3 1,2,3

Pendidikan Kimia FKIP UNS, Surakarta, 57126

Email Korespondensi : [email protected]

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rencana pelaksanaan pembelajaran tematik berdasarkan Kurikulum 2013 yang disusun oleh guru SD. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Subyek penelitian adalah guruguru di sebuah sekolah dasar swasta di Surakarta yang telah menerapkan kurikulum 2013 yang berjumlah empat puluh orang guru. Hasil penelitian diperoleh bahwa guru telah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran tematik dengan rincian kegiatan pendahuluan sebesar 78,8%, kegiatan inti 77,6% dan penutup sebesar 76,7%, dan melaksanakan penilaian pembelajaran otentik yaitu catatan kegiatan siswa, catatan pengamatan, tugas kelompok, diskusi, portofolio, penilaian kinerja siswa, dan monitoring ibadah siswa. Kata kunci : Kurikulum 2013, tematik, rencana pelaksanaan pembelajaran, penilaian otentik.

Pendahuluan Kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013 untuk tingkat SD/MI yang mulai diterapkan Juli 2013 menggunakan metode pembelajaran tematik integratif. Dalam metode tematik integratif, materi ajar disampaikan dalam bentuk tema-tema yang mengintegrasikan seluruh mata pelajaran. Kompetensi dari berbagai mata pelajaran diintegrasikan ke dalam berbagai tema. Pada masing-masing kelas akan disediakan banyak tema. Umumnya tiap tingkatan kelas mempunyai delapan tema berbeda. Tema yang sudah dipilih itu harus selesai diajarkan dalam jangka waktu satu tahun. Guru diberi kewenangan untuk memilih teknis pengajaran maupun durasi pembelajaran satu tema. Metode tematik ini mengintegrasikan sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran. Selain itu, juga sebuah tema juga mengintegrasikan berbagai konsep dasar yang berkaitan. Siswa tidak belajar konsep dasar secara parsial, sehingga memberikan makna yang utuh kepada siswa seperti tercermin pada berbagai tema. Tema-tema pada pembelajaran tematik integratif Kurikulum 2013 berkaitan dengan alam dan kehidupan manusia. Keduanya memberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta

Penjaskes pada kelas I-III (www.sekolahdasar.net). Tahap Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 meliputi: 1) Menentukan tema, dimungkinkan disepakati bersama dengan peserta didik, 2) Mengintegrasikan tema dengan kurikulum yang berlaku dengan mengedepankan dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, 3) mendesain rencana pembelajaran. Tahapan ini mencakup pengorganisasian sumber dan aktivitas ekstrakurikuler dalam rangka mendemonstrasikan kegiatan dalam tema, 4) Aktivitas kelompok dan diskusi. Yang memberi peluang berpartisipasi dan mencapai berbagi persepektif dari tema. Hal ini membangun guru dan peserta didik dalam mengeksplorasi subjek. Pembelajaran tematik terpadu diyakini sebagai salah satu model pengajaran yang efektif. Model pembelajaran ini mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik. Pembelajaran tematik terpadu memiliki sifat memandu peserta didik mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher levels of thinking) atau keterampilan berpikir dengan mengoptimasi kecerdasan ganda (multiple thinking skills). Peserta didik pada kelas awal berpikir dengan cara holistik (menyeluruh/satu kesatuan). Mereka belum mampu memahami konsep secara abstrak.

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains (SNPS) 2016 | 361

Manfaat pembelajaran tematik membuat Tema dalam Pembelajaran suasana kelas yang nyaman dan Tematik Kurikulum 2013memiliki peran menyenangkan. Menggunakan kelompok antara lain : 1) Siswa lebih mudah kerja sama, kolaborasi, kelompok belajar, dan memusatkan perhatian pada satu tema atau strategi pemecahan konflik yang mendorong topik tertentu, 2) Siswa dapat mempelajari peserta didik untuk memecahkan masalah. pengetahuan dan mengembangkan berbagai Berdasarkan Kurikulum 2013 proses kompetensi mata pelajaran dalam tema yang pembelajaran di kelas dirancang agar peserta sama, 3) Pemahaman terhadap materi didik secara aktif mengembangkan potensi pelajaran lebih mendalam dan berkesan, 4) dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual Kompetensi berbahasa bisa dikembangkan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan lain dan pengalaman pribadi siswa, 5) Siswa yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, lebih merasakan manfaat dan makna belajar dan negara. Strategi pembelajaran sangat karena materi disajikan dalam konteks tema diperlukan dalam menunjang terwujudnya yang jelas, 6) Siswa lebih bergairah belajar seluruh kompetensi yang dimuat dalam karena mereka bisa berkomunikasi dalam Kurikulum 2013. Oleh karena itu, kegiatan situasi yang nyata, 7) Guru dapat menghemat pembelajaran diarahkan untuk waktu karena mata pelajaran yang disajikan memberdayakan semua potensi peserta didik secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus menjadi kompetensi yang diharapkan yang dan diberikan dalam 2 atau 3 kali dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan (http://wacana.siap.web.id/2014). Pembelajaran (RPP). Berdasarkan model Pemilihan tema dalam Pembelajaran pembelajarannya, dalam kurikulum 2013 Tematik Kurikulum 2013 dapat berasal dari standar proses yang semula terfokus pada guru dan siswa. Pada umumnya guru memilih eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi tema dasar dan siswa menentukan unit dilengkapi dengan mengamati, menanya, temanya. Tema juga dapat dipilih mengolah, menalar, menyajikan, berdasarkan pertimbangan konsensus antar menyimpulkan, dan mencipta. siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah Mulai tahun 2013, di beberapa menganalisis rencana pelaksanaan Sekolah Dasar di Surakarta mulai menerapkan pembelajaran guru-guru metode tematik Kurikulum 2013, dengan metode integratif. Sehingga proses pembelajaran di pembelajaran tematik integratif. Dengan kelas akan lancar sesuai yang diharapkan menerapkan metode tematik integratif, materi dalam tujuan pembelajaran yang akan dicapai. ajar disampaikan dalam bentuk tema-tema Manfaat yang ingin diperoleh adalah sebagai yang mengintegrasikan seluruh mata berikut : 1) Menambah wawasan para guru pelajaran, tentunya bukan hal yang mudah tentang penyusunan rencana pelaksanaan bagi guru Sekolah Dasar terutama kelas I-III pembelajaran tematik integratif, sehingga untuk menyiapkan perangkat pembelajaran mereka termotivasi untuk mengembangkan dengan metode tematik integratif tersebut. perangkat pembelajaran yang sesuai dengan Guru dituntut memiliki keterampilan yang karakteristik materi dan siswa, 2) tinggi mengintegrasikan kurikulum dengan Memberikan pengalaman langsung kepada konsep-konsep yang ada dalam mata pelajaran guru tentang penyusunan rencana pelaksanaan secara tepat. Pelaksanaan Pembelajaran pembelajaran dengan metode tematik Tematik Kurikulum 2013 memiliki integratif, sehingga guru mampu keuntungan yaitu: 1) Menyenangkan karena melaksanakan pembelajaran dengan lebih bertolak dari minat dan kebutuhan siswa, 2) berkualitas, yaitu: efektif, efisien, menarik, Pengalaman dan kegiatan belajar relevan dan inovatif. dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa, 3) hasil belajar akan bertahan lebih Metode Penelitian lama karena lebih berkesan dan bermakna, 4) Menumbuhkan keterampilan sosial, seperti Penelitian ini menggunakan metode bekerja sama, toleransi, komunikasi, dan deskriptif. Subyek penelitian adalah gurutanggap terhadap gagasan orang lain. 362 | Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru Melalui Penelitian & Pengembangan dalam Menghadapi Tantangan Abad-21

guru sebuah sekolah dasar swasta di Surakarta yang telah menerapkan Kurikulum 2013 sejak tahun 2013, jumlah empat puluh guru. Sumber data berupa rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat oleh guru dengan menerapkan metode pembelajaran tematik, angket dan wawancara. Penelitian dilaksanakan pada semester Gasal 2016/2017.

Hasil Penelitian dan Pembahasan Kurikulum 2013 dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar” (standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competencybased curriculum). Pendidikan berdasarkan standar menetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal warganegara yang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan, berketerampilan, dan bertindak. Kurikulum 2013 menganut: (1) pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di sekolah, kelas, dan masyarakat; dan (2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,

menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Komponen RPP terdiri atas: 1) Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan, 2) Identitas mata pelajaran atau tema/subtema, 3) Kelas/semester, 4) Materi pokok, 5) Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai, 6) Kompetensi Inti (KI), merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari siswa, 7) Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi, a) Kompetensi Dasar; merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran, b) Indikator pencapaian merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan, c) Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa, satuan pendidikan, dan potensi daerah. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Indikator harus dapat menggunakan kata kerja operasional yang sesuai, 8) Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan, 9) Materi pembelajaran adalah rincian dari materi pokok yang memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi, 10) Metode pembelajaran merupakan rincian dari kegiatan pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai, 11) Media, alat, dan, sumber pembelajaran, 12) Langkah –langkah

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains (SNPS) 2016 | 363

Kegiatan Pembelajaran, mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup, 13) Penilaian, Berisi jenis/teknik penilaian, bentuk instrument dan pedoman Penskoran. Dari hasil Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat oleh guru, diperoleh hasil pada Tabel 1. No A

B

C

Tabel 1 Hasil RPP Kegiatan Pembelajaran Rata-rata pencapaian Kegiatan Pendahuluan Apersepsi dan motivasi 80,8 Penyampaian kompetensi 76,7 dasar dan Rencana kegiatan Kegiatan Inti Materi Pelajaran 82,5 Penerapan Strategi 75,8 Pembelajaran Penerapan Pendekatan 73,3 Saintifik Penerapan pembelajaran 70,0 tematik Pemanfaatan sumber 75,8 belajar / media dalam pembelajaran Pelibatan peserta didik 83,3 dalam pembelajaran Penggunaan bahasa yang 82,5 benar dalam pembelajaran Penutup 76,7

Dari Tabel 1 diperoleh rata-rata penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan pendahuluan adalah 78,8, kegiatan inti yaitu 77,6 dan penutup 76,7. Hasil wawancara dengan guru dapat diketahui bahwa penilaian otentik telah dilaksanakan dalam pembelajaran di kelas. Lebih jelasnya, penilaian pengetahuan dan keterampilan beberapa kali sudah dilaksanakan. Namun untuk penilaian sikap belum pernah dilakukan karena belum terdapat rubrik/tabel pengamatan yang digunakan bersama. Sehingga penilaian dalam pembelajaran yang dilakukan belum maksimal. Pelaksanaan penilaian otentik masih sering terkendala waktu yang terbatas karena begitu banyak aspek yang perlu dinilai. Penilaian yang sudah dilakukan antara lain penilaian aspek pengetahuan, sikap, dan ketrampilan. Contoh penilaian yang telah dilakukan adalah catatan kegiatan, catatan pengamatan, tugas kelompok, diskusi, dan lembar portofolio. Selain itu terdapat pula buku monitoring ibadah siswa untuk aspek

spiritual dan dilaksanakannya pendidikan karakter siswa tiap bulan. Kesulitan atau hambatan yang ditemui guru dalam melaksanakan penilaian otentik adalah sebagai berikut: a) Terdapat siswa yang tidak mengumpulkan tugas, b) Waktu yang terbatas untuk menilai banyak aspek, c) Terlalu banyak intrumen penilaian, d) Gaya belajar anak yang berbeda- beda, misalnya anak dengan gaya belajar visual akan susah untuk menulis tugas, e) khususnya untuk anak kelas bawah, belum semua mampu bertanggung jawab untuk mengumpulkan tugas.

Simpulan, Saran, dan Rekomendasi Dari hasil penelitian diketahui bahwa guru telah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran tematik dengan rincian kegiatan pendahuluan sebesar 78,8%, kegiatan inti 77,6% dan penutup sebesar 76,7%, dan melaksanakan penilaian pembelajaran otentik yaitu catatan kegiatan siswa, catatan pengamatan, tugas kelompok, diskusi, portofolio, penilaian kinerja siswa, dan monitoring ibadah siswa Saran 1) Perlu ada panduan penilaian dan pendampingan dalam menyusun penilaian otentik, 2) Perlu ada supervisi untuk monitoring pelaksanaan kurikulum 2013 di Sekolah Dasar

Daftar Pustaka Prihastuti, I. 2015. Analisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Yang Disusun Guru Pada Diklat Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru Sekolah Dasar. Majalah Pendidikan. LMPM Banten. http://www.lpmpbanten.net/beritaitem/analisis-rencana-pelaksanaanpembelajaran-rpp-tematik-yangdisusun-guru-pada-diklatimplementasi-k.html Rahim, A. 2013. Analisis Konsep Pembelajaran Sebagai Objek dari Pengembangan Kurikulum https://id.scribd.com/doc/133934414/J

364 | Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru Melalui Penelitian & Pengembangan dalam Menghadapi Tantangan Abad-21

urnal-analisis-konsep-pembelajaranpada-kurikulum-2013-pdf http://www.sekolahdasar.net/2013/03/temapembelajaran-tematikpada.html#ixzz3xaNvYgCq di akses tanggal 18 September 2016 http://wacana.siap.web.id/2014/05/kendalapembelajaran-tematik-kurikulum2013-di-sdmi.html#.Vpysvk_47Mw diakses tanggal 18 September 2016 www.kemendikbud.go.id diakses 18 September 2016 Permendikbud No. 67 Tahun 2013 Tentang KD dan Struktur Kurikulum SD-MI

Pertanyaan: Anggi Lestari Tambahan untuk makalah ini, guru masih kesulitan mengembangkan RPP dari faktor umur, waktu, rubik sikap,. Kurtilas lebih terarah daripada KTSP

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains (SNPS) 2016 | 365

366 | Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru Melalui Penelitian & Pengembangan dalam Menghadapi Tantangan Abad-21

View more...

Comments

Copyright © 2017 EDOC Inc.