Konsep Dasar PPh Badan

August 13, 2018 | Author: Anonymous | Category: Documents
Share Embed


Short Description

Pasal 17 ayat 1 huruf b Pada dasarnya tarif PPh Badan menganut tarif tunggal ... Fasilitas pengurangan tarif sebagaimana...

Description

1.

Konsep dasar PPh Badan A. Penger Pengertian tian Pajak Pajak Penghas Penghasilan ilan Badan Badan

Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Cara Perpaj Perpajakan akan,, badan badan adalah adalah sekump sekumpula ulan n orang orang atau atau modal modal yang yang merupa merupakan kan kesatuan, bak yang melakukan usaha maupun yang tdak melakukan usaha, yang melput perseroan terbatas, perseroan komandter, perseroan lannya, badan usaha mlk negara, atau badan usaha mlk daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, !rm !rma, a, kong kongs s,, koper koperas as, , dana dana pens pensu un, n, pers persek ekut utua uan, n, perku perkump mpul ulan an,, yaya yayasa san, n, organsas organsas massa, massa, organsas organsas sosal sosal poltk, poltk, organsas organsas lannya, lannya, lembaga, lembaga, dan bentuk   badan lannya, termasuk kontrak n"estas kolekt! dan bentuk usaha tetap# $adan usaha mlk negara dan badan usaha mlk daerah merupakan subjek pajak tanpa memper memperhat hatka kan n nama nama dan bentuk bentuknya nya sehn sehngga gga setap setap unt unt terten tertentu tu dar dar badan badan  pemerntah, msalnya lembaga, badan, dan sebaganya, yang dmlk oleh  pemerntah pusat dan pemerntah daerah, menjalankan usaha atau melakukan kegat kegatan an untuk untuk memper memperole oleh h penghas penghasla lan n yang yang merupa merupakan kan subjek subjek pajak# pajak# %alam %alam  pengertan, perkumpulan tu termasuk pula asosas, persatuan, perhmpunan, atau katan dar phak&phak yang mempunya kepentngan yang sama# '(

)ubjek Pajak Pajak Penghaslan Penghaslan *ajb *ajb Pajak Pajak $adan +ang menjad subjek pajak sebaga berkut# berkut# Badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia

$adan n ddrkan atau bertempat kedudukan d ndonesa, ke-ual unt tertentu dar  badan pemerntah pemerntah yang memenuh krtera. krtera. '# pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang&undangan/ 2# pembayaannya bersumber dar anggaran pendapatan dan belanja negara atau anggara  pendapatan dan belanja belanja daerah/ # penermaannya dmasukkan dalam anggaran pemerntah pusat atau pemerntah daerah/ dan 1# pembukuannya dperksa oleh aparat pengaasan !ungsonal negara#

Bentuk Usaha Tetap

$erdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2008 Pasal 2 ayat 4 dnyatakan baha $entuk Usaha Tetap adalah bentuk usaha yang dpergunakan oleh orang prbad yang tdak bertempat tnggal d ndonesa, orang prbad yang berada d ndonesa tdak lebh dar '8 har dalam  jangka aktu '2 bulan, serta badan yang tdak ddrkan dan tdak bertempat kedudukan d ndonesa untuk menjalankan usaha atau melakukan kegatan d ndonesa yang dapat  berupa. '# tempat kedudukan manajemen 2# -abang perusahaan # kantor peraklan 1# gedung kantor  4# pabrk  3# bengkel 7# gudang 8# ruang untuk promos dan penjualan 5# pertambangan dan penggalan sumber alam '0# layah kerja pertambangan mnyak dan gas bum ''# perkanan, peternakan, pertanan, perkebunan,atau kehutanan '2# proyek konstruks, nstalas, atau proyek peraktan '# pemberan jasa dalam bentuk apa pun oleh pegaa atau orang lan sepanjang dlakukan lebh dar 30 har dalam jangka aktu '2 bulan/ '1# orang atau badan yang bertndak selaku agen yang kedudukannya tdak bebas/ '4# agen atau pegaa dar perusahan asurans yang tdak ddrkan dan tdak bertempat kedudukan d ndonesa yang menerma prem asurans atau menanggung rsko d ndonesa/ serta '3# komputer, agen elektronk, atau peralatan otomats yang dmlk, dsea, atau dgunakan oleh penyelenggara transaks elektronk  untuk menjalankan kegatan usaha melalu nternet#

dasar hukum dan "arabel&"arabel dalam perhtungan pph badan

tata -ara perhtungan , penyetoran dan pelaporan PPh *P badan

Tarif dan Fasilitas PPh Badan I. Pendahuluan Keajban untuk menghtung sendr, menyetor

dan melaporkan PPh terutang merupakan mplementas dar sstem sel! assessment yang danut d ndonesa# Tdak terke-ual untuk *ajb Pajak $adan# Pajak penghaslan badan dkenakan atas penghaslan kena pajak setelah dlakukan koreks !skal# PPh Terutang dhtung dengan mengalkan tar! pajak penghaslan dengan jumlah penghaslan kena pajak# Untuk mendorong berkembangnya usaha ke-l dan menengah, struktur tar! khususnya terkat PPh $adan drubah menjad lebh sederhana# %engan mengedepankan prnsp keadlan dan  penngkatan daya sang, pemerntah memberkan !asltas berupa pengurangan tar!#

II. Ketentuan Tarif dan Fasilitas PPh Badan a. Pasal 1 ayat 1 huruf b Pada dasarnya tar! PPh $adan menganut tar! tunggal yatu sebesar 286# Tar! n berlaku pada tahun 2005 kemudan dturunkan menjad 246 pada tahun 20'0# Tar! PPh $adan sebesar 246 e!ekt! berlaku untuk tahun 20'0 dan seterusnya# Tar! n dterapkan kepada *ajb Pajak badan dalam neger dan  bentuk usaha tetap# !ontoh penghitungan" umlah Peredaran $ruto Tahun 20'4 p 41#000#000#000,& umlah Penghaslan Kena Pajak Tahun 20'4 p 1#000#000#000,& PPh $adan Terutang 9 246 : p 1#000#000#000,& 9 p p '#000#000#000,& b. Pasal 1 ayat #b Tar! n dterapkan pada ajb pajak badan dalam neger yang berbentuk perseroan terbuka yang memperoleh pengurangan tar! sebesar 46 lebh rendah dar tar! normal# Untuk mendapatkan !asltas  pengurangan tar! n *ajb Pajak harus memenuh syarat sebaga berkut. a# palng sedkt 106 ;empat puluh persen( dar jumlah keseluruhan saham yang dsetor d-atat untuk dperdagangkan d bursa e!ek d ndonesa  b# )aham sebagamana dmaksud pont a harus dmlk oleh palng sedkt oleh 00 ;tga ratus( Phak#

-#

Masng&masng Phak sebagamana dmaksud dalam pont b hanya boleh memlk saham kurang dar 46 ;lma persen( dar keseluruhan saham yang dtempatkan dan dsetor penuh

d#

Ketentuan sebagamana dmaksud dalam huru! a, huru! b, dan huru! - harus dpenuh dalam aktu palng sngkat '8 ;seratus delapan puluh tga( har kalender dalam jangka aktu ' ;satu( Tahun Pajak#

!ontoh penghitungan" Pada tahun 20'4 saham PT# + Tbk# yang dsetor d-atat untuk dperdagangkan dbursa e!ek d ndonesa sebesar 306# )aham yang dsetor d-atat untuk dperdagangkan dbursa e!ek d ndonesa tersebut dmlk oleh 100 phak# %antara 100 phak, Masng&masng phak persentase kepemlkannya tdak melebh 46, Konds tersebut terjad selama '50 ;seratus delapan puluh dua( har dalam ' ;satu( tahun  pajak# PT# + Tbk memenuh syarat, sehngga PT# + Tbk memperoleh !asltas penurunan tar!# umlah PKP dalam tahun pajak 20'4 p ', 24 Mlar 

PPh yang terutang 9 ;246 & 46( : p',24 Mlar 9 p 240 uta $. Tarif PPh %ajib Pajak Tertentu *ajb Pajak badan dalam neger dengan peredaran bruto sampa dengan p40#000#000#000,00 ;lma  puluh mlar rupah( mendapat !asltas berupa pengurangan tar! sebesar 406 ;lma puluh persen( dar tar! sebagamana dmaksud dalam Pasal '7 ayat ;'( huru! b dan ayat ;2a( yang dkenakan atas Penghaslan Kena Pajak dar bagan peredaran bruto sampa dengan p1#800#000#000,00 ;empat mlar  delapan ratus juta rupah(# Ketentuan&ketentuan Pasal ' < UU No# 3 tahun 2008 sebaga berkut . a# =asltas pengurangan tar! sebagamana dmaksud dalam Pasal '< ayat ;'( Undang& Undang Pajak  Penghaslan dlaksanakan dengan -ara sel! assessment pada saat penyampaan )urat Pembertahuan Tahunan Pajak Penghaslan *ajb Pajak $adan, sehngga *ajb Pajak badan dalam neger tdak   perlu menyampakan permohonan untuk dapat memperoleh !asltas tersebut#  b# $entuk usaha tetap merupakan subjek pajak luar neger, sehngga tdak mendapat !asltas berupa  pengurangan tar! sebagamana dmaksud dalam Pasal '< ayat ;'( Undang&Undang Pajak  Penghaslan# -# $atasan peredaran bruto sampa dengan p40#000#000#000,00 ;lma puluh mlar rupah( adalah sebaga batasan maksmal peredaran bruto yang dterma atau dperoleh *ajb Pajak badan dalam neger untuk dapat memperoleh !asltas pengurangan tar! sebagamana dmaksud dalam Pasal '< ayat ;'( Undang&Undang Pajak Penghaslan# d# Peredaran bruto sebagamana yang dmaksud dalam Pasal '< ayat ;'( Undang&Undang Pajak  Penghaslan merupakan semua penghaslan yang dterma dan>atau dperoleh dar kegatan usaha dan dar luar kegatan usaha, setelah dkurang dengan retur dan pengurangan penjualan serta  potongan tuna dalam Tahun Pajak yang bersangkutan, sebelum dkurang baya untuk  mendapatkan, menagh, dan memelhara penghaslan, bak yang berasal dar ndonesa maupun dar luar ndonesa, melput. '( penghaslan yang dkena Pajak Penghaslan bers!at !nal/ 2( penghaslan yang dkena Pajak Penghaslan tdak bers!at !nal/ dan ( penghaslan yang dke-ualkan dar objek pajak# e# =asltas pengurangan tar! sebagamana dmaksud dalam Pasal '< ayat ;'( Undang&Undang Pajak  Penghaslan tersebut bukan merupakan plhan, sehngga bag *ajb Pajak badan dalam neger yang memlk akumulas peredaran bruto sebagamana dmaksud pada huru! d d atas sampa dengan p40#000#000#000,00 ;lma puluh mlar rupah(, tar! Pajak Penghaslan yang dterapkan atas Penghaslan Kena Pajak bag *ajb Pajak badan dalam neger tersebut ajb mengkut ketentuan  pengurangan tar! sebagamana dmaksud dalam Pasal '< ayat ;'( Undang&Undang Pajak  Penghaslan# !# =asltas pengurangan tar! sebagamana dmaksud dalam Pasal '< ayat ;'( Undang&Undang Pajak  Penghaslan n berlaku untuk penghtungan Pajak Penghaslan Terutang atas Penghaslan Kena Pajak yang berasal dar penghaslan yang dkena Pajak Penghaslan tdak bers!at !nal# g# Untuk menghtung besarnya angsuran PPh Pasal 24 tahun berjalan, *ajb Pajak badan dalam neger yang telah memenuh persyaratan !asltas pengurangan tar! Pajak Penghaslan sebagamana dmaksud dalam Pasal '< ayat ;'( Undang&Undang Pajak Penghaslan ajb menggunakan tar!  Pajak Penghaslan sebagamana dmaksud dalam Pasal '< ayat ;'( Undang&Undang Pajak  Penghaslan# Ketentuan Perhitungan Pasal &1'"

a# Peredaran bruto sampa dengan p 1#800#000#000,& PPh terutang ( )*+ , #)+ , -eluruh PKP  b# Peredaran bruto lebh dar p 1#800#000#000,& sampa dengan p 40#000#000#000,& PPh terutang .

PKP

dar

p Peredaran PKP dar Keseluruhan

bagan

bruto

1,8

bagan PKP

yang

Mlar

bruto ?

yang PKP

memperoleh :

tdak yang

!asltas. PKP $ruto

memperoleh !asltas . memperoleh !asltas

!ontoh penghitungan 1 " Total peredaran bruto PT @ dalam Tahun Pajak 20'4 sebesar p1#400#000#000,00 ;empat mlar lma ratus juta rupah(# n-annya adalah sebaga berkut. a#Peredaran bruto dar penghaslan yang. %kena PPh bers!at !nal berdasarkan PP Nomor 13 '# p2#400#000#000,00 Tahun 20' 2 %kena PPh bers!at !nal atas jasa konstruks p'#400#000#000,00  %kena PPh tdak bers!at !nal p 400#000#000,00 umlah p1#400#000#000,00

 b#$aya untuk mendapatkan, menagh, dan memelhara penghaslan yang. %kena PPh bers!at !nal berdasarkan PP Nomor '# ;p2#00#000#000,00( 13 Tahun 20' 2 %kena PPh bers!at !nal atas jasa konstruks ;p'#00#000#000,00(  %kena PPh tdak bers!at !nal ;p 100#000#000,00( umlah ;p1#000#000#000,00( -#umlah penghaslan neto d#Koreks !skal . '( Peredaran bruto dar penghaslan yang dkena PPh  bers!at !nal berdasarkan PP Nomor 13 Tahun 20' 2( Peredaran bruto dar penghaslan yang dkena PPh  bers!at !nal atas jasa konstruks ( $aya untuk mendapatkan, menagh, dan memelhara penghaslan yang dkena PPh bers!at !nal berdasarkan PP Nomor 13 Tahun 20'

p 400#000#000,00

;p2#400#000#000,00( ;p'#400#000#000,00(

p2#00#000#000,00

1( $aya untuk mendapatkan, menagh, dan memelhara penghaslan dar penghaslan yang dkena PPh  bers!at !nal atas jasa konstruks   umlah

p'#00#000#000,00

;p 100#000#000,00(

e# umlah penghaslan neto setelah koreks !skal !# Kompensas kerugan g#Penghaslan Kena Pajak

p '00#000#000,00 p 0,00 p '00#000#000,00

Penghitungan Pajak Penghasilan terutang"

)eluruh Penghaslan Kena Pajak dkena tar! sebesar 406 dar tar! Pajak Penghaslan badan yang berlaku karena jumlah peredaran bruto PT @ tdak melebh p 1#800#000#000,00 ;empat mlar delapan ratus juta rupah(# Pajak Penghaslan yang terutang untuk Tahun Pajak 20'4. 406 : 246 : p'00#000#000,00 9 p'2#400#000#00 !ontoh penghitungan # .

Total peredaran bruto PT $ dalam Tahun Pajak 20'4 sebesar p3#000#000#000,00 rupah(# n-annya adalah sebaga berkut. a#Peredaran bruto dar penghaslan yang. %kena PPh bers!at !nal berdasarkan PP Nomor 13 '# Tahun 20' 2 %kena PPh bers!at !nal atas jasa konstruks  %kena PPh tdak bers!at !nal   umlah  b#$aya untuk mendapatkan, menagh, dan memelhara penghaslan yang. %kena PPh bers!at !nal berdasarkan PP Nomor 13 '# Tahun 20' 2 %kena PPh bers!at !nal atas jasa konstruks  %kena PPh tdak bers!at !nal umlah -#umlah penghaslan neto d#Koreks !skal . '( Peredaran bruto dar penghaslan yang dkena PPh  bers!at !nal berdasarkan PP Nomor 13 Tahun 20' 2( Peredaran bruto dar penghaslan yang dkena PPh  bers!at !nal atas jasa konstruks ( $aya untuk mendapatkan, menagh, dan memelhara  penghaslan yang dkena PPh bers!at !nal berdasarkan PP

;enam mlar

p1#400#000#000,00 p 400#000#000,00 p'#000#000#000,00 p3#000#000#000,00 ;p1#000#000#000,00( ;p 200#000#000,00( ;p 800#000#000,00( ;p4#000#000#000,00( p'#000#000,000,00 ;p1#400#000#000,00( ;p 400#000#000,00( p1#000#000#000,00

 Nomor 13 Tahun 20' 1( $aya untuk mendapatkan, menagh, dan memelhara  penghaslan dar penghaslan yang dkena PPh bers!at !nal atas jasa konstruks umlah e# umlah penghaslan neto setelah koreks !skal !# Kompensas kerugan g#Penghaslan Kena Pajak

p 200#000#000,00

;p 800#000#000,00( p 200#000#000,00 p 0,00 p 200#000#000,00

Penghitungan Pajak Penghasiian terutang . a# umlah Penghaslan Kena Pajak dar bagan peredaran bruto yang memperoleh !asltas. p1#800#000#000,00 : p200#000#000,00 9 p'30#000#000,00 p3#000#000#000,00  b# umlah Penghaslan Kena Pajak dar bagan peredaran bruto yang tdak memperoleh !asltas. p200#000#000,00 & p'30#000#000 9 p10#000#000,00 Pajak Penghasilan yang terutang untuk tahun #*1) " a# 406 : 246 : 9 p20#000#000,00 p'30#000#000,00  b# 246 : p10#000#000,00 9 p'0#000#000#00 umlah Pajak Penghaslan 9 p0#000#000,00 terutang Template embar Penghitungan Fasilitas Pengurangan Tarif PPh Badan Pasal &1 ' UU Pajak Penghasilan

III.

Penutup

)e-ara umum tar! pajak penghaslan terdapat dalam UU No 3 Tahun 2008 Pasal '7# %engan mengedepankan prnsp keadlan dan penngkatan daya sang, pemerntah memberkan !asltas  berupa pengurangan tar!# %alam melaksanakan hak dan menjalankan keajban PPh $adan, ajb pajak harus memperhatkan dan men-ermat berbaga ketentuan yang datur dalam  berbaga ketentuan perpajakan, tdak terke-ual ketentuan terkat tar! dan !asltas PPh $adan# I/. '#

0eferensi Undang&Undang Nomor 3 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang& Undang Nomor 7 Tahun '58 Tentang Pajak Penghaslan# 2# Peraturan Pemerntah epublk ndonesa Nomor 43 Tahun 20'4 Tentang Perubahan @tas Peraturan Pemerntah Nomor 77 Tahun 20' Tentang Penurunan Tar! Pajak Penghaslan $ag *ajb Pajak $adan %alam Neger +ang $erbentuk Perseroan Terbuka

#

)urat Pj>20'4 Tentang Penegasan @tas Pelaksanaan Pasal '< @yat ;'( Undang&Undang Nomor 7 Tahun '58 Tentang Pajak Penghaslan )ebagamana Telah $eberapa Kal %ubah Terakhr %engan Undang&Undang  Nomor 3 Tahun 2008

View more...

Comments

Copyright © 2017 EDOC Inc.