LAPORAN PERANCANGAN ARSITEKTUR 5

March 31, 2017 | Author: Anonymous | Category: Documents
Share Embed


Short Description

Perancangan arsitektur 5 pada sebuah institute di kota bandung, sebagaai pembelajaran dalam merancangn di sebuah pemukim...

Description

JUDUL PROYEK Dalam konteks urban, bangunan tinggi multi fungsi, dikenal dengan istilah “mixed-use building” adalah suatu bangunan yang mengakomodasi beberapa fungsi sekaligus, umum-nya fasilitas komersial yang meliputi mall, per-kantoran, perbankan, perhotelan, kondominium, apartemen, rekreasi, auditorium, cineplex, studio radio/TV, ruang observasi dan restoran, parkir. Dari semua fungsi yang telah disusun secara vertical dalam wujud suatu bangunan tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, menciptakan citra dan identitas spesifik serta integrasi maksimal semua elemen sistem dalam bangunan. Tujuan utama dari mixed use building ini adalah menuju bangunan tinggi sebagai sinergi antar multi fungsi, dimana semua fasilitas yang dirancang sebagai sumber pendapatan harus saling mendukung dan melengkapi dengan menghindari kompetisi antar fasilitas sehingga secara kolaboratif dapat memberikan kontribusi pendapatan yang baik. Penerapan bangunan tinggi ini diutamakan pada area strategis yang hanya menempati lahan yang relatif kecil, umumnya di pusat kota atau di CBD/kota2 mandiri yang banyak bermunculan. Pada beberapa kota, implementasi konsep mixed-use merupakan strategi yang tepat untuk menggerakkan momentum revitalisasi kota, terutama pada beberapa bagian kota yang cenderung tertinggal.

TEMA Istilah ”kontekstual” bila diartikan dalam bahasa Indonesia adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi keterkaitan. Dengan kata lain konstektual bisa diartikan adanya keterkaitan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Di bidang arsitektur, dalam sebuah proses perencanaan dan perancangan, perlu diperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan karya baru yang direncanakan. Hal-hal yang mempunyai keterkaitan tersebut antara lain adalah lingkungan, budaya, gaya regional, karakter masyarakat, sejarah, dll. Arsitektur bangunan gedung harus dirancang dengan memperhatikan bentuk dan karakteristik arsitektur dan lingkungan yang ada di sekitarnya, serta harus mempertimbangkan perwujudan kualitas bangunan gedung dan lingkungan. Sehingga proses analisa penentuan bentuk dan penampilan bangunan juga harus memperhatikan karakteristik bangunan-bangunan yang terdapat di lingkungan setempat. Pokok-pokok pemikiran kontekstual yang mengemukakan tentang keterkaitan antara bentuk dan penampilan bangunan baru dengan karakteristik bangunan-bangunan yang terdapat di lingkungan setempat, antara lain dikemukakan oleh: Brent C Brolin Seorang arsitek atau perencana bangunan dianjurkan untuk memperhatikan dan menghormati lingkungan fisik sekitarnya, mengutamakan kesinambungan visual antara bangunan baru dengan bangunan, landmark dan gaya setempat yang keberadaannya telah diakui sebelumnya.

DEFINISI Apa…?? Gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan sebagai bangunan berfungsi banyak Siapa…?? Para pengusaha yang bergerak dibidang bisnis untuk mengisi lahan pusat perbelanjaan dan juga karyawan yang bekerja di perkantoran itu. Dimana…? Di kota bandung, jawa barat Daerah mesjid agung di area kantor bri

Kapan..? Ketika masyarakat ingin memenuhi kebutuhan sehari hari dengan berbelanja dan ketika membutuhkan pekerjaan Kenapa…? Karena meningkatnya kuantitas penduduk dan minimnya lahan sehingga dibangunlah bangunan vertikal dengan 2 fungsi untuk memudahkan masyarakat Bagaimana…? Merancang 1 gedung yang memiliki 2 fungsi

PERMASALAHAN Aspek perancangan # Bangunan dirancang mengikuti standar yang telah ditetapkan sebagai pusat perbelanjaan dan perkantoran # Menyelaraskan bangunan dengan kondisi lingkungan sekitar # Bangunan diharapkan dapat menjadi ikon kawasan Aspek bangunan / struktur # Pemilihan jenis struktur yang tepat dan baik untuk bangunan high rise # Jenis struktur yang dipilih disesuaikan dengan kondisi tanah di site Aspek lingkungan # Mendesain bangunan disesuaikan dengan iklim tropis yang ada di indonesia Aspek tapak # Merancang akses yang baik sebagai sirkulasi # Merancang ruang luar yang baik agar tidak tercipta ruang negatif

DATA LOKASI # # # #

Lokasi Site Kondisi Lahan Luas Lahan Batasan Lahan ≠ Utara

: Lokasi berada di Palaguna – Jalan Dalem Kaum : Relatif datar : ± 6.000 m2 :

: Berbatasan Site Tetangga

≠ Selatan : Berbatasan Jalan Dalem Kaum

# KDB

= Luas Site x 70%

70%

= 6.000 m2 x 70%

Ground Floor

= 4.200 m2

Jadi, luas lantai dasar maksimal yang dapat dibangun ialah 4.200m2 # KLB

= Luas Site x 5,6

≠ Timur

: Berbatasan dengan Sungai Cikapundung

5,6

= 5,6 x 6.000 m2

≠ Barat

: Berbatasan dengan Jalan Alun – alun timur dan Masjid Agung Bandung

Floor

= 33.600 m2

:

Jadi, luas lantai maksimal yang dapat dbangun ialah 33.600 m2

# GSB

# KDH

= Luas Site x 20%

≠ Utara

: 4 meter

≠ Barat

: 10 meter

20%

= 6.000 m2 x 100%

≠ Timur

: 4 meter

Green Area

= 1.200 m2

≠ Selatan : 10 meter

Jadi, luas daerah hijau minimal yang harus ada ialah 1.200 m2

REVISI

AKSESIBILITAS Akses Untuk menuju Site # Dapat menggunakan kendaraan Pribadi baik Mobil Maupun Motor.dapat pula di tempuh dengan berjalan kaki.Jalan yang dapat dilalui ada beberapa alternatif, ≠ Dapat melalui Jalan Asia Afrika Lalu belok ke Jalan Alun2 timur, ≠ Jika dari Arah Dewi Sartika dapat melalui Jalan Dalem Kaum. # Untuk menuju Site dapat pula menggunakan kendaraan umum, sepeti taksi, Bus kota, dan angkutan kota. Ada beberapa jurusan angkutan kota yang melalui site tersebut misalnya, ≠ jurusan Cicadas-Elang, ≠ Kalapa-Cicaheum, ≠ Kalapa-Dago, ≠ Kalapa-Aceh, ≠ Kalapa-Ledeng, ≠ Antapani-Ciroyom, dan masih banyak lagi. Untuk yang menggunakan kendaraan umum kami meyediakan sebuah shelter sebagai tempat menampung penumpang yang naik atau turun dari kendaraan.

Kendaraan Pribadi

Kendaraan umum

REVISI

FASADE BANGUNAN Bangunan terdiri dari podium dan tower dan letak towernya pada bagian depan podium karena bangunan berorientasikan terhadap Alun - alun kota Bandung

GEDUNG

B

Fasade memiliki tiga bagian massa yang disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Seperti pada gedung pertama sebagai pusat perbelanjaan, kemudian bentuk massa diatasnya sebagai kantor pengelola, dan kemudian yang paling atas adalah sebagai kantor penyewaan.

Ruko yang berada di dekat site ini, fasade hampir sama bias dibilang bangunan kontekstual, karena bentuk, material dan ketinggiannya hampir sama.

Bangunan Parahyangan ini bisa dibilang tidak kontekstual atau di sebut bangunan ignore karena terlihat dari fasade bangunan tersebut yang tidak sama dengan bangunan sekitar.

ANALISA TAPAK

Arah orientasi matahari pada Site, arah timur dan barat akan menerima panas matahari yang berlebih sehingga kurang bijak untuk membuat bukaan pada daerah ini.

Peletakan bangunan akan beradda di sudut bagian dalam site karena ingin memperluas bagian dalam site yang akan menjadi olahan Bukaan hijau dan memudah kan sirkulasi keluar masuknya kendaraan.

Vegetasi pada sekitar site sangat diperlukan untuk respirasi dan penghijauan lahan.

Untuk keadaan kontur site terbilang cukup datar sehingga tidak membutuhkan upaya cut and fill yang terlalu banyak.

Orientasi bangunan menghadap ke 2 arah jalan jadi bangunan memiliki 2 view. Bangunan dimaksudkan dapat menarik perhatian masyarakat yang melintasi jalan tersebut

GEDUNG

B

Oriedrainase dari bangunan dapat mengalir dengan lancar ke riol kota untuk mencegah timbulnya banjir.

Yang menjadi sedikit kelemahan pada site ini adalah jalan satu arah yang dilalui kendaran, jadi bila terlewatkan pengunjung akan memutar balik cukup jauh.

VIEW KELUAR

VIEW KEDALAM

STUDI LITERATUR PUSAT PERBELANJAAN

OFFICE

OFFICE

TANGGA

KORIDOR

PARKIRAN

REVISI STUDI PRESEDEN San Francisco Public Utilities Commission Headquarters The San Francisco Utilities Commission (SFPUC) adalah badan publik Kota dan County San Francisco yang menyediakan air, air limbah, dan jasa tenaga listrik ke kota. Sejak didirikan pada bulan Februari 2005, Divisi SFPUC Power Enterprise telah memasok daya ke banyak fasilitas Kota termasuk Muni, Bandar Udara Internasional San Francisco serta Modesto dan Turlock Irigasi districts. City and the Public Utilities Commission (SFPUC) menantang tim desain untuk menciptakan " bangunan hijau perkotaan di Amerika Serikat." ini kemudian didefinisikan sebagai "sebuah bangunan perkotaan yang dekat dengan transportasi massal yang meminimalkan konsumsi sumber daya alam ke level tertinggi dan menghasilkan sejumlah besar energi terbarukan. "Konsumsi sumber daya alam diminimalkan melalui sejumlah pendekatan yang inovatif. Pemilik Proyek : The City and County San Francisco Lokasi : 525 Golden Gate Street San Francisco California 94102 Amerika Serikat Arsitek : KMD Arsitek Joint Venture atau Arsitek Associate Penyelesaian Proyek Tanggal Situs Proyek Konteks / Setting Proyek Jenis Proyek Gross Floor Area Jam Operasi

: KMD / Stevens Joint Venture : Juni 2012 : Perkotaan : Kantor : 27,500 kaki persegi : M-F 8:00-05:00

Biaya total proyek

: $ 146,500,000.00

Edith Green Wendell Wyatt Federal Building Modernization The Edith Green-Wendell Wyatt (EGWW) l Proyek Gedung perkantoran dengan luas 18, 512.474 meter persegi yang terletak di pusat kota Portland. Selesai pada tahun 1974. Tujuan proyek termasuk upgrade sistem bangunan, memperbarui lingkungan kerja dan meningkatkan aksesibilitas, sementara juga memenuhi konservasi air energi sesuai dengan standar. Proyek ini telah mengubah bangunan menjadi gedungyang sehat modern untuk 16 lembaga federal, dan selesai dalam waktu 39 bulan. Pemilik Proyek

: General Services Administration - Wilayah 10 NW Arctic Region

Lokasi

: 1220 SW 3rd Avenue Portland Oregon 97204 Amerika Serikat

Arsitek

: SERA Architects Inc

Joint Venture atau Arsitek Associate

: Cutler Anderson Arsitek

Penyelesaian Proyek Tanggal

: Mei, 2013

Proyek Kategori

: Reuse Adaptive

Situs Proyek Konteks / Setting

: Perkotaan

Proyek Jenis

: Kantor

Proyek Gross Floor Area

: 512.474 meter persegi

Jam Operasi

: 8:00-17:00

Biaya total proyek pada saat penyelesaian, tanah dikecualikan: $ 141,500,000.00

REVISI

ANALISA STRUKTUR

BEBAN AIR HUJAN

MODUL VERTIKAL Modul vertikal dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan, sehingga tidak ada space yang terbuang percuma. Modul vertikal dibuat berdasarkan atas dari kebutuhan ruang serta jaringan- jaringan yang akan dipasang nantinya seperti jaringan mekanikal, elektrikal, plumbing, security and safety. Penyaluran beban vertikal biasanya berasal dari beban statis yang nantinya disalurkan melalui balok lalu diteruskan ke kolom hingga akhirnya ke pondasi. MODUL HORIZONTAL Modul horizontal dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan ruang, serta biasanya dibuat semacam grid agar lebih memudahkan dalam mengolah ruang, serta dalam aspek struktur juga bisa dibilang lebih mudah dikarenakan sudah terpola sebelumnya. Beban horizontal biasanya berasal dari beban dinamis menyalurkan bebannya melalui plat lantai yang ditahan oleh balok lalu diteruskan menuju kolom, hingga berakhir di pondasi. Modul hrozontal yang digunakan berjarak 8m x8 m. 1.2 MODUL STRUKTUR Modul struktur menggunakan 8mX8m di karnakan mempertimbangkan besaran dari parkiran basement dan juga luasan ruangan kantor sewa dan retail yang mempunyai type tertentu sesuai dengan kebutuhan user kelak.

ANALISA TERHADAP ANGIN

B

B

E

E

B

B

A

A

N

N

A

A

N

N

G

G

I

I

N

N

ANALISA TERHADAP GEMPA

Pembebanan dari arah atas yang disalurkan ke samping pangunan atau dinding bangunan yang di tahan oleh pondasi, hal tersebut menjadikannya adanya reaksi dan aksi. Beban horizontal adalah beban dari arah angin, sedangkan beban dari arah vertikal adalah beban gempa dan beban dari air hujan yang turun di sertai demngan beban atap.

Alasan memaikai modul 8mx8m : # Pembagian tempat parkir di basement # Pembagian retail di bagian mall # Pembagian ruang di bagian office

PONDASI

1.4 Sistem Struktur

SISTEM UTILITAS Sumber air bersih dari PDAM mengunakan system upfeed dengan mengunakan reservoar atas dan bentuk dan luasan PDAM : Air bersih utama reservoar disesuaikan dengan kebutuhan bangunan.Sumber air cadangan dari sumur dalam. Asumsi pengunaan air bersih 45 liter/hari jumlah pengguna 1600 orang - Kebutuhan air bersih untuk 1600 orang/hari dalam sebuah gedung mall dan kantor sewa adalah: 1600 orang/hari x 45 liter/hari/orang = 9000 liter - Asumsi pengunaan air (efektif) adalah: Jam 07.00 s/d 21.00 - Asumsi tidak mengunakan air (tidak efektif) adalah: Jam 21.00 s/d 07.00 - Asumsi total air yang di keluarkan per jam adalah: 5 liter/menit x 60 menit - Asumsi total air yang di keluarkan dalam 12 jam adalah: 14 jam x 300 liter/jam = 4200 liter - Total air yang di butuhkan dalam 1 hari adalah: - Total air yang di butuhkan dalam 1 hari adalah: 1600 orang/hari x 45 liter/hari/orang = 72000 liter - Kapasitas tanki air bersih minimum adalah:72000 liter - 3600 liter = 68400 liter dimensi = 68.4 m3

Asumsi pemakaian : 200 liter/orang/hari Kualitas air limbah :1600 orang Asumsi pemakaina : 1 hari Waktu defensi (T) : 40 liter/orang/tahun Banyak lumpur (L) : 2 tahun Periode pengurasan : 1 tahun Penyelesaian : Volume air dalam septic tank : 200 liter/orang/hari X 1600 orang X 1 hari : 320000 liter/orang/tahun 3 : 320 m : Volume lumpur yang mengendap : 200 liter/orang/hari X 40 liter/orang X 2 tahun : 16000 liter/orang/tahun : 16 m3 : Vt = Va+Vl = 32 m3 + 8 m3 = 40m3

Air hujan di yang di tampung sebagian di salurkan ke sumur resapan dan sebagian lagi di olah kembali dan di jadikan air kosumsi untuk mencuci, flush toilet dan lain sebaginya.

Sampah di buang melaluai trash room/saff yang menuju lantai dasar dan kemudian sampah di angkut mengunakan mobil ke tempat pembuangan sampah/TPS.

Pasokan listrik utama dari PLN. Untuk menghindari mati lampu mengunakan listrik cadangan dengan mengunakan genset agar bangunan tetap beroprasi serta kegiatan didalamnya tidak terhenti.

Jaringan komunikasi dari telkom kemudian di kontrol di ruang kontrol PABX dan kemudian di salurkan ke MDF di setiap lantai dan TBT di setiap unit terdapat TBE.

Bangunan ini mwngunakan sistem pengondisian udara water cooled dengan peralatan sebagai berikut: CH: Chiler CT: Colling tower RA: Reservoar atas AHU: Air handling unit Pb: Pompa boster Ph: Pompa hydrophoor

Ruang-ruang yang akan dilengkapi sistem komunikasi pada RETAIL ini adalah: ·Ruang informasi ·Ruang keamanan dan CCTV ·Ruang Staff ·R. manager ·R.Multimedia Terhubung dengan jaringan seluruh kawasan perbelanjaan dan office.

Penangkal petir yang di gunakan pada bangunan ini adalah sistem preventor LCT(Lighting Central Terminal) di pasang 1 buah untuk satu bangunan seperti sistem franklin. besaran zona yang di lindungi berbentuk slinder.

Transportasi vertikal pada bangunan ini mengunakan lift, lift penumpang dan lift barang. Selain itu ditambah tangga kebakaran untuk evakuasi

KEBUTUHAN RUANG

REVISI

BLOK PLAN KAWASAN

BATAS SITE -Sebelah selatan berbatasan dengan jl. Dalem Kaum -Sebelah barat berbatasan dengan jl. Alun-alun Timur -Sebelah timur berbatasan dengan Sungai -Sebelah utara berbatasan dengan Bangunan Konstruksi

POTENSI -Mempunyai 2 akses jalan yaitu jl. Alun-alun Timur dan jl. Dalem Kaum -Dekat dengan pusat Keramaian -Terletak di jalan utama sehingga mudah di akses -Lahan tidak berkontur, sehingga memudahkan pada saat pembangunan KENDALA -Tidak adanya vegetasi

PERANCANGAN ARSITEKTUR VI

ASISTEN DOSEN: NURTATI SOEWARNO, IR, MT.

MARDIAN MUTHOSILARAHMAN ARDI NASRUL W. M. IMADDUDIN

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

21-2006-057 21-2010-079 21-2011-024 21-2011-028

View more...

Comments

Copyright © 2017 EDOC Inc.