Laporan Saponifikasi Harwan

November 24, 2017 | Author: Anonymous | Category: Documents
Share Embed


Short Description

PRODUKSI SABUN (SAPONIFIKASI) Disusun Oleh : KELOMPOK B-9 Nandya Devi ummaya 140210080098 Desi rosdianti 140210080099 Ro...

Description

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA INDUSTRI PRODUKSI SABUN (SAPONIFIKASI) Disusun Oleh : KELOMPOK B-9 Nandya Devi ummaya 140210080098 Desi rosdianti 140210080099 Robiatun adawiyah 140210080100 Reynaldo novianto 140210080104

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran 2011

PRODUKSI SABUN (SAPONIFIKASI)

I. TUJUAN PERCOBAAN Tujuan dari praktikum pembuatan sabun (saponifikasi) ini adalah : •

Dapat melakukan pembuatan sabun dari minyak.



Dapat mengerjakan proses saponifikasi sabun.



Memahami proses saponifikasi.

II. PRINSIP PERCOBAAN Percobaan ini didasarkan pada prinsip sebagai berikut : •

Saponifikasi

Suatu proses hidrolisis ester dalam suasana basa untuk membentuk suatu akohol dan garam dari asamnya.

III.REAKSI

IV. TEORI DASAR Saponifikasi merupakan suatu proses hidrolisis ester dalam suasana basa untuk membentuk suatu akohol dan garam dari asamnya. Saponifikasi biasanya digunakan untuk menggantikan reaksi logam basa dengan suatu lemak atau minyak untuk membuat sabun. CH2-OOC-R - CH-OOC-R - CH2-OOC-R (lemak) + 3 NaOH ( atau KOH) dipanaskan → CH2-OH -CH-OH - CH2-OH (gliserol) + 3 R-CO2-Na (sabun) R=(CH2)14CH3 Lye atau lindi merupakan suatu bentuk natrium hidroksida (NaOH) yang menyebabkan sifat basa. Jika digunakan suatu NaOH, maka akan dihasilkan suatu sabun yang keras, sedangkan sabun yang lunak akan terbentuk ketika digunakan kalium hidroksida (KOH). Minyak sayuran dan lemak hewan merupakan ester lemak dalam bentuk triasilgliserol. Basa memecah ikatan ester dan melepaskan asam lemak dan gliserol. Sabun terbentuk sebagai endapan dengan penambahan Natrium klorida (NaCl) (Anonymous, 1999). Saponifikasi dalam Adipocere Adipocere atau lilin untuk orang mati (pengawet) merupakan asam lemak yang tidal larut dalam air yang tertinggal sebagai residu material orang yang telah meninggal. Terbentuk dari adanya hidrolisis lemak yang sangat lambat dalam tanah yang basah dan dapat pula terjadi apabila tubuh orang meninggal tersebut tidak dibalsem. Pertama kali ditemukan oleh seorang Prancis, Sir Thomas Browne pada tahun 1658. Adipocere menghambat pertumbuhan bakteri, dan melindungi material tubuh dari dekomposisi. Mulai terbentuk pertama kali sejak sebulan setelah meninggal, dan terjadi selama se-abad. Karena terjadi melalui hidrolisis, maka

akan lebih mudah terjadi dalam tanah yang basah atau dalam bawah air. Pembentukan adipocere ini dapat juga dikatakan sebagai proses saponifikasi (Anonymous, 1999). Sabun Sabun adalah suatu senyawa surfaktan pembersih yang digunakan untuk keperluan pribadi atau pembersih kaca. Sabun-sabun saat ini pada umumnya meupakan campuran dari garam Natrium atau Kalium dengan asam lemak yang dapat diperoleh dari minyak atau lemak melalui reaksi dengan alkali (seperti misalnya Natrium atau Kalium Hidroksida) pada suhu 800-1000C. Proses ini dikenal dengan nama saponifikasi. Lemak dihidrolisis oleh basa menghasilkan gliserol dan sabun (mentah). Sabun diperoleh baik dari lemak maupun minyak. Sodium Tallowate, merupakan suatu bahan yang umum dipakai dalam pembuatan banyak sabun, faktanya adalah diperoleh dari lemak hewan. Sabun yang mana dibuat dari minyak tumbuhan seperti Olive Oil pada umunya adalah dikenal sebagai castile – soap ( Anonymous, 2003). Hidrolisis ester dengan penggunaan katalis asam mengikuti rute parallel yang berbeda, penyerangan nukleofilik dilakukan oleh basa lemah, daripada oleh ion hidroksida yang merupakan basa kuat. Tetapi terjadi dalam ester yang terprotonasi lebih mudah dibanding pada ester bebas. Gambar dibawah ini menerangkan paralelisme ini (Scharf and Malerich, 2000).

Asam lemak yang paling banyak ditemukan dalam lemak alami diantaranya adalah sebagai berikut : •

Asam lemak jenuh yaitu :  Asam Laurat (Asam dodekanoat)

 CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-COOH  Asam miristat (Asam tetradekanoat)  CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2COOH  Asam palmitat (asam heksadekanoat)  CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2CH2-CH2-COOH  Asam stearat (Asam oktadekanoat)  CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2CH2-CH2-CH2-CH2-COOH •

Asam lemak tak jenuh 

Asam oleat (asam oktadek-9-enoat)



CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH=CH-

CH2-

CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-COOH 

Asam linoleat (asam oktadek-9, 12-dienoat)



CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH=CH-

CH2-

CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-CH2-COOH

(Wintner, 2000).

V. ALAT DAN BAHAN A. ALAT 1. Batang Pengaduk 2. Beaker Glass 3. Hot Plate / Pemanas Elektrik 4. Neraca 5. Spatula B. BAHAN 1. Aquades (H2O) 2. Crude Palm Oil (CPO) / Minyak Palem Mentah 3. Natrium Hidroksida (NaOH) 4. Natrium Klorida (NaCl)

VI. PROSEDUR Pembuatan Larutan Natrium Hidroksida 1 N Sebanyak 20 g NaOH padatan ditimbang dengan neraca, lalu dimasukkan ke dalam beaker glass. Kemudian kedalamnya ditambahkan aquades sampai volumenya mencapai 500 mL. Pembuatan Sabun (Saponifikasi) Sebanyak 1000 mL Crude Palm Oil (CPO) diambil, lalu dimasukkan ke dalam sebuah wadah. Ke dalam wadah berisi CPO tersebut

kemudian ditambahkan kurang lebih 150 mL larutan Natrium hidroksida 1 N, lalu diaduk sambil dipanaskan diatas pemanas elektrik (hot plate) sambil terus diaduk. Setelah kurang lebih 30 menit kemudian ke dalam campuran tersebut ditambahkan kurang lebih 150 mL larutan garam jenuh (Natrium klorida), lalu diaduk sambil dipanaskan terus selama 2 jam sampai semua cairan menguap dan terbentuk padatan berupa sabun. Sabun yang telah terbentuk kemudian ditempatkan dalam wadah kering dan didiamkan sampai mengeras selama beberapa hari. Setelah kering dan mengeras, sabun yang telah didapat kemudian ditimbang.

VII. DATA PENGAMATAN & PERHITUNGAN Tabel Data Hasil Pengamatan Reagen/Zat Crude Palm Oil (CPO)

Perlakuan Diambil 1000 mL

Hasil Campuran kental

Ditambahkan larutan

berwarna merah jingga

Natrium hidroksida 1 N 150 mL Diaduk sambil dipanaskan 30 menit Campuran CPO + NaOH

Ditambahkan larutan

Campuran mengeras, air

garam jenuh 150 mL

menguap, terbentuk

Dipanaskan sampai

sabun

mendidih dan diaduk Sabun

Dikeringkan lalu ditimbang

Massa sabun = 900 g

Perhitungan : •

Pembuatan Natrium Hidroksida (NaOH) 1 N dalam 500 mL N = g/BE x 1000/v 1 = g/40 x 1000/500 1 = 2g/40 g = 20,0 g

Jadi massa NaOH padatan yang ditimbang sebanyak 20 g.

VIII. PEMBAHASAN Nama : Robiatun Adawiyah NPM : 140210080100 Percobaan kali ini bertujuan untuk membuat sabun dari asam lemak dan NaOH melalui proses saponifikasi. Lemak atau minyak yang umum digunakan adalah lemak babi atau lilin yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Tapi dalam percobaan ini digunakan minyak dari palem yang masih berupa minyak mentahnya (Crude Palm Oil). Lemak umumnya tidak larut dalam air, dan memiliki densitas yang lebih rendah dibandingkan air, sehingga membentuk lapisan mengapung di bagian atas air. Tallow (lilin) merupakan suatu material yang dapat ditambahkan ke dalam minyak palem untuk menghasilkan sabun yang lebih lunak dan mudah larut dalam air. Dalam percobaan ini digunakan larutan Natrium hidroksida (NaOH) untuk terjadinya proses saponifikasi. Sebenarnya akan lebih baik jika digunakan larutan Kalium hidroksida (KOH), karena garam kalium memiliki titik leleh yang lebih rendah dibandingkan dengan garam natrium Dalam pembuatan sabun sebenarnya dikenal dua proses, yaitu proses cara “dingin” dan cara “panas”. Cara yang pertama digunakan untuk membuat sabun skala kecil (home made soap), dengan menghasilkan gliserin sebagai produk samping, sedangkan cara “panas” digunakan untuk membuat sabun skala industri dimana tidak dihasilkan produk samping. Dalam percobaan kali ini, digunakan cara “dingin”. Sebanyak 1000 mL Crude Palm Oil (CPO) diambil, lalu dimasukkan ke dalam sebuah wadah. Ke dalam wadah berisi CPO tersebut

kemudian ditambahkan kurang lebih 150 mL larutan Natrium hidroksida 1 N, lalu diaduk sambil dipanaskan diatas pemanas elektrik (hot plate) sambil terus diaduk sampai minyak terlihat larut (meleleh). Pemanasan juga dilakukan agar reaksi berjalan sempurna dan cepat. Setelah kurang lebih 30 menit kemudian ke dalam campuran tersebut ditambahkan kurang lebih 150 mL larutan garam jenuh (Natrium klorida), lalu diaduk sambil dipanaskan terus selama 2 jam sampai semua cairan menguap dan terbentuk padatan berupa sabun. Sabun yang telah terbentuk kemudian ditempatkan dalam wadah kering dan didiamkan sampai mengeras selama beberapa hari. Setelah kering dan mengeras, sabun yang telah didapat kemudian ditimbang. Dari hasil percobaan didapat sabun berwarna merah jingga yang terbentuk sebanyak 900 g.

IX. KESIMPULAN Sabun dapat dibuat dengan mereaksikan suatu asam lemak dengan NaOH melalui reaksi saponifikasi. Dari percobaan dihasilkan sabun sebanyak 900 g.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 1999. Saponification. http://freespace.virgin.net/roger.hewitt/iwias/ saponification.htm. Anonymous. 2003. Soap and Saponification. http://www.wikipedia.org/wiki/ soap/2006 Scharf, W. , and Malerich, C. 2000. Preparation Of Soap. http://www2. latech. edu/~dmg/preparation_soap.PDF. Wintner, C. 2002. Hydrolysis of Esters. http://icn2. umeche.maine.edu/new nav/NewNavigator/labs/esters_hydrolysis.htm.

View more...

Comments

Copyright © 2017 EDOC Inc.