Makalah Kutipan Dan Rujukan

May 15, 2016 | Author: Anonymous | Category: Documents
Share Embed


Short Description

Fungsi Kutipan Sebagai landasan teori untuk tulisan kita Sebagai penjeasan Bisa juga sebagai penguat pendapat yang kita ...

Description

Makalah Kutipan dan Rujukan A. KUTIPAN 1. Pengertian Kutipan Kutipan merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. 2. Fungsi Kutipan  Sebagai landasan teori untuk tulisan kita  Sebagai penjeasan  Bisa juga sebagai penguat pendapat yang kita kemukakan 3. Jenis Kutipan 1) Kutipan Langsung Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya. 2) Kutipan Tidak Langsung Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain. 4. Cara Membuat Kutipan Berikut ini beberapa teknik pencantuman sumber kutipan. Penulis bisa memilih beberapa cara di antaranya sesuai kebutuhan. Teknik tersebut adalah: Cukup ditulis nama penulis, tahun penerbitan, dan halamannya. Kutipan langsung. Misalnya: “Perilaku seks adalah segala tingkahlaku yang didorong oleh hasrat seksual”. (Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, 1994 : 137). Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. Sarlito Wirawan Sarwono (1994 : 137) berpendapat bahwa, perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang dirorong oleh hasrat seksual.

Cukup dinulis nama penulis, penerbit dan tahun penerbitan. Kutipan langsung. Misalnya: Perilaku seks menurut Dr. Sarlito Wirawan Sarwono (Raja Grafindo Persada: 1994) adalah: “Perilaku seks adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual”. Kutipan tidak langsung. Misalnya: Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual. (Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, Raja Grafindo Persada :1994). Cukup ditulis nama penulis dan buku karangannya. Kutipan langsung. Misalnya : Dr. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat: “Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual.” Kutipan tidak langsung. Misalnya: Dr. Sarlito Wirawan Sarwono dalam buku Psikologi Remaja berpendapat bahwa perilaku seksual adalah segala tingkah-laku yang didorong oleh hasrat seksual. Tiga teknik tersebut adalah di antara teknik yang paling sering digunakan. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah: Bila penulis lebih dari tiga orang, cukup menulis nama penulis yang pertama diikuti dengan tulisan”et al” (et al = dan kawan-kawan). Bila sumber itu kumpulan tulisan, tulis nama orang atau badan yang mengedit, diikuti dengan “ed” (ed = editor). Bila sumber itu terjamahan, ditulis pula nama penulis aslinya, tetapi di belakangnya ditulis nama penerjamahnya. Judul buku yang ditulis boleh judul asli atau terjamahan. Bila sumber itu tidak diketahui nama pengarangnya, ditulis nama sumbernya (penanggung jawab) kemudian ditulis data lainnya. Bila sumber itu surat kabar atau majalah, maka ditulis judul artikel, nama surat kabar atau majalah, tanggal/bulan/tahun penerbitan. B. SISTEM RUJUKAN 1) Pengertian Rujukan Sistem Rujukan adalah system yang dikelola secara strategis, pragmatis, merata proaktif dan koordinatif untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang paripurna dan komprehensif bagi masyarakat yang membutuhkannya terutama

bagi ibu dan bayi baru lahir, dimanapun mereka berada dan berasal dari golongan ekonomi manapun, agar dapat dicapai peningkatan derajat kesehatan ibu hamil dan bayi melalui peningkatan mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di wilayah mereka berada. Sesuai SK Menteri Kesehatan Nomor 23 tahun 1972 tentang system rujukan adalah suatu system penyelenggaraan pelayanan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap suatu kasus penyakit atau masalah kesehatan secara vertical dalam arti dari unit yang berkemampuan kurang kepada unit yang lebih mampu atau secara horizontal dalam arti unit-unit yang setingkat kemampuannya. 2) Fungsi Rujukan a) Dari sudut pandang pemerintah sebagai penentu kebijakan  Membantu penghematan dana, karena tidak perlu menyediakan berbagai macam alat 

kedokteran pada setiap sarana kesehatan. Memperjelas system pelayanan kesehatan, kemudian terdapat hubungan antara kerja



berbagai sarana kesehatan yang tersedia. Memudahkan pekerjaan administrasi, terutama pada aspek perencanaan

b) Dari sudut masyarakat sebagai pemakai jasa pelayanan  Meringankan biaya pengobatan, karena dapat dihindari pemeriksaan yang sama secara 

berulang-ulang Mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, karena telah diketahui dengan

jelas fungsi dan wewenang setiap sarana pelayanan kesehatan c) Dari sudut tenaga kesehatan  Memperjelas jenjang karir tenaga kesehatan dengan berbagai akibat positif, semangat kerja,  

ketekunan dan dedikasi. Membantu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui jalinan kerjasama. Memudahkan/meringankan beban tugas, karena setiap sarana kesehatan mempunyai tugas dan kewajiban tertentu

3) Jenis Rujukan a) Rujukan medis :  Rujukan pasien  Rujukan pengetahuan  Rujukan laboratorium atau bahan pemeriksaan.

b) Rujukan Kesehatan :  Rujukan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan, misalnya :pengiriman dokter ahli terutama ahli bedah, kebidanan dan kandungan, penyakit dalam dan dokter anak dari RSU 

Provinsi ke RSU Kabupaten. Pengiriman asisten ahli senior ke RS Kabupaten yang belum ada dokter ahli dalam jangka

 

waktu tertentu. Pengiriman tenaga kesehatan dari puskesmas RSU Kabupaten ke RS Provinsi. Alih pengetahuan dan ketrampilan di bidang klinik, manajemen dan pengoperasian peralaan.

c) Rujukan Manajemen  Pengiriman informasi  Obat, biaya, tenaga, peralatan  Permintaan bantuan : survey epidemiologi, mengatasi wabah (KLB). 4) Syarat Membuat Rujukan  Adanya unit yang mempunyai tanggung jawab baik yang merujuk maupun yang menerima 

  

rujukan Adanya pencatatan tertentu :  Surat rujukan  Kartu Sehat bagi klien yang tidak mampu  Pencatatan yang tepat dan benar  Kartu monitoring rujukan ibu bersalin dan bayi (KMRIBB) Adanya pengertian timbal balik antar yang merujuk dan yang menerima rujukan Adanya pengertian tugas tentang system rujuikan Sifat rujukan horizontal dan vertical (kearah yang lebih mampu dan lengkap)

makalah daftar pustaka dan rujukan Posted on 10 Desember 2014 by opiindri6

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Rujukan dan daftar pustaka adalah salah satu dari materi pembahasan dalam bahasa Indonesia, yang mana kita harus mengerti pengertian rujukan maupun daftar pustaka, harus bisa membedakan antara rujukan dengan daftar pustaka, dan bagaimana cara penyusunan maupun penulisannya. Didalam penyusunan dan penulisannya harus benar dan memperhatikan syarat-syarat ataupun ketentuannya. Dan daftar pustaka dapat dari berbagai sumber yaitu dari buku, internet, dsb. 1. Tujuan 2. Untuk mengetahui Rujukan dan Daftar Pustaka itu seperti apa.

3. Untuk menjadi pedoman kita bila kita membuat Rujukan maupun daftar pustaka yang baik itu bagaimana. 4. Untuk bisa membedakan rujukan dengan daftar pustaka. 5. Rumusan Masalah 6. Apa yang disebut dengan Rujukan dan daftar pustaka ?. 7. Bagaimana cara penyusunan yang baik dan benar rujukan dan daftar pustaka ?. 8. Bagaimana menulis rujukan dan daftar pustaka dari berbagai sumber ?.

BAB II PEMBAHASAN

1. Rujukan o

Pengertian Rujukan

Rujukan adalah sesuatu yang digunakan untuk memberi informasi (pembicara) untuk menyokong atau memperkuat pernyataan dengan tegas. Rujukan mungkin menggunakan faktual atau non-faktual. Rujukan faktual terdiri atas kesaksian, statistik contoh, dan objek faktual. Rujukan dapat berwujud dalam bentuk bukti, nilai-nilai, dan/atau krebilitas. Sumber rujukan adalah tempat materi tersebut ditemukan.[1] 

Penulisan Rujukan dalam Karya Ilmiah

Cara menulis daftar rujukan harus dilakukan pada penulisan karya tulis ilmiah. Biasanya pada bagian penutup karya tulis ilmiah akan dibuat kesimpulan dan saran. Di dalamnya akan di buat semacam saran-saran atas masalah yang dibuat secara singkat. Agar penyusunan sebuah karya ilmiah lebih rapih, biasanya sebuah karya ilmiah akan dilengkapi dengan daftar pustaka atau rujukan yang berisi buku-buku atau referensi yang dijadikan sebagai bahan rujukan pembuatan karya tulis tersebut. Menulis Daftar Rujukan Cara menulis daftar pustaka atau rujukan sebagai berikut. 1. Nama penulis dalam daftar pustaka ditulis secara terbalik. Maksudnya, nama belakang disimpan di belakang memakai tanda koma. Ketentuan berlaku secara internasional.

Contoh : Irvan Aqila ditulis Aqila, Irvan Ryu Tri ditulis Tri, Ryu 2. Jika sumber buku ditulis oleh dua atau tiga orang penulis, maka yang dituliskan namanya secara terbalik adalah penulis pertama saja. Selanjutnya nama semua penulis ditulis.

Contoh:

Penulisnya Aida Nurcahya, Fitri Komala Dewi, Dyah Permata Sari. Ditulis:

Nurcahya, Aida, Fitri Komala Dewi, Dyah Permata Sari.

3. Jika sumber buku yang digunakan ditulis oleh lebih dari tiga orang penulis, maka yang ditulis hanya nama penulis pertama saja dan selanjutnya diikuti dengan et all (artinya dan lain-lain) atau bisa juga ditulis dengan singkatan dkk (dan kawan-kawan).

Contoh: Ervan, Michael J. (et all) 2001. Cara efektif Mengasuh Balita. Jakarta. Gramedia Karya. Aqila, Irvan dkk. 4. Setelah penulisan nama diikuti oleh tahun penerbit, judul buku, kota terbit, dan nama penerbit. Jangan lupa untuk memperhatikan penulisan tanda bacanya. 5. Judul buku ditulis secara miring atau di garis bawahi. 6. Urutan penulisan daftar pustaka diurutkan berdasarkan abjad penulis (setelah nama penulis dibalik). Perlu diperhatikan dalam pembuatan daftar pustaka atau rujukan tidak perlu dituliskaan nomor urut. 7. Baris pertama diketik mulai dari spasi pertama dari tepi margin dan baris berikutnya mulai dari lima spasi (satu tab komputer). 8. Jarak antara baris pertama ke baris berikutnya (apabila merupakan kelanjutannya) harus menggunakan spasi rapat. Sedangkan, untuk jarak antara sumber yang satu dengan sumber lainnya menggunakan spasi ganda.[2]

1.3

Rujukan Dengan Menggunakan Catatan Kaki

Catata kaki atau foot note berguna untuk menyatakan sumber suatu kutipan, pendapat, buah pikiran, atau fakta-fakta. Nomor foot note disesuaikan dengan nomor kutipan. Tiap bab dimulai dengan nomor 1. Teknik penulisan dengan footnote sekarang ini sudah jarang dilakukan, meskipun demikian masih ada perguruan tinggi yang merekomendasikan pengguanaan footnote ini. Istilah – istilah dalam foot note antara lain : 1. Ibid = ibidem: kutipan diambil dari sumber yang sama tanpa diselingi oleh sumber lain.

2. Cit., = oper citato: kutipan diambil dari sumber yang telah disebut sebelumnya pada halaman yang berbeda dan telah diselingi pengaranng lain. 3. Cit., = loco citato: kutipan diambil dari sumber dan halaman yang sama yang telah diselingi oleh sumber lain.[3] 4. Daftar Pustaka

2.1.

Pengertian Daftar Pustaka

Definisi daftar pustaka atau bibliografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Daftar sendiri didefinisikan sebagai catatan sejumlah nama atau hal yang disusun berderet dari atas ke bawah. Menurut Gorys Keraf (1997 : 213) yang dimaksud dengan daftar kepustakaan atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang tengah digarap. Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.[4] Daftar pustaka disusun menurut urutan abjad nama belakang penulis pertama. Daftar pustaka ditulis dalam spasi tunggal. Antara satu pustaka dan pustaka berikutnya diberi jarak satu setengah spasi. Baris pertama rata kiri dan baris berikutnya menjorok ke dalam.[5] Daftar pustaka dapat disusun dengan berbagai format. Ada tiga format yang akan diuraikan dalam makalah ini, yakni format MLA (The Modern Language Association) dan format APA (American Psychological Association) serta format Indonesia. Kedua format itu adalah format yang umum ditemukan dalam bidang ilmu humaniora. Akan tetapi, sebenarnya, ada berbagai format daftar pustaka yang berlaku di selingkung bidang ilmu. Misalnya, format daftar pustaka untuk bidang ilmu biologi, kedokteran, hukum, dan lain-lain. Daftar pustaka berisi sumber-sumber tertulis yang dikutip dan digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah, karena itu sumber tertulis lain yang tidak dikutip meskipun pernah dibaca penulis dalam kaitannya dengan penulisan karya tulis ilmiah tidak perlu dimasukan dalam daftar pustaka. Penulisan pustaka disusun menurut abjad dari nama penulisnya dan nama keluarga harus ditulis lebih dahulu tanpa menyertakan gelar.[6] 2.2.

Fungsi Daftar Pustaka

Fungsi daftar pustaka adalah sebagai berikut: 1. Membantu pembaca mengenal ruang lingkup studi penulis. 2. Memberikan informasi kepada pembaca untuk memperoleh pengetahuan yang lebih lengkap dan mendalam daripada kutipan yang digunakan oleh penulis.

3. Membantu pembaca memilih referensi dan materi dasar untuk studinya. [7] o

Menulis Karya Ilmiah dan Daftar Pustaka

Karya tulis adalah karangan ilmiah. Karya tulis dapat ditulis berdasarkan hasil penelitian, hasil percobaan, wawancara atau studi kepustakaan. Karya tulis yang disajikan dalam suatu diskusi seperti seminar disebut makalah. Sebelum membuat karya tulis atau makalah, tentukan tema terlebih dahulu. Karya tulis yang lengkap biasanya terbagi menjadi tiga bagian, yakni (1) bagian awal: kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, arti lambang dan singkatan, dan abstrak; (2) bagian tengah terdiri atas pendahuluan (latar belakang, perumusan masalah, ruang lingkup masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, sistematika penulisan), isi (pembahasan), serta bagian penutup (kesimpulan dan saran); (3) bagian akhir meliputi daftar pustaka dan lampiran. Daftar pustaka dapat diperoleh dari buku. Penulisan daftar pustaka yang berasal dari buku dapat mengikuti aturan sebagai berikut : 1. Daftar pustaka ditulis dengan urutan nama penulis buku, tahun terbit buku, judul buku, tempat terbit buku, dan nama penerbit yang menerbitkan buku. 2. Nama penulis buku, tahun terbit buku, judul buku, tempat tempat buku dipisahkan tanda titik (.). 3. Nama penulis buku dibalik dan dipisahkan tanda koma. 4. Tempat terbit dan nama penerbit buku dipisahkan tanda titik dua (:). 5. Judul buku dicetak miring atau diberi garis bawah. 6. Diakhiri dengan tanda titik.[8]

Contoh:

Judul buku

: Menanam Buah Naga

Tahun terbit

: 1988

Nama penyusun

: Bambang Purwadi

Nama penerbit

: CV Setia Hati

Kota penerbitan

: Semarang

Penulissan daftar pustakanya adalah: Purwadi, Bambang. 1988. Menanam Buah Naga. Semarang: CV Setia Hati. Atau

Purwadi, Bamabang. 1988. Menanam Buah Naga. Semarang: CV Setia Hati.[9] Penulisan daftar pustaka yang berasal dari artikel dapat mengikuti aturan sebagai berikut. 1. Daftar pustaka ditulis dengan urutan nama penulis artikel, tahun terbit artikel, tanggal terbit artikel, judul artikel, media yang memuat artikel, dan halaman dimuatnya artikel. 2. Nama penulis artikel, tahun terbit artikel, tanggal terbit artikel, judul artikel, media yang memuat artikel dipisahkan tanda titik (.). 3. Nama penulis artikel dibalik dan dipisahkan tanda koma. 4. Judul artikel ditulis dengan diapit tanda petik dua (“…”). 5. Media yang memuat artikel dan halaman artikel yang dipisahkan tanda titik dua (:). 6. Nama media yang memuat artikel dicetak miring atau garis bawah. 7. Diakhiri dengan tanda titik (.).

Contoh: Nama penulis : Mushallin Arifin Tahun penerbitan Judul Artikel

: 2013 : Rahasia Sukses Menjadi IB Forex

Nama koran

: KOMPAS

Tanggal penerbitan

: 2 Juni 2013

Penulisan daftar pustakanya adalah : Ariifin, Mushallin. 2013. “Rahasia Sukses Menjadi IB Forex “. KOMPAS, 2 Juni 2013. Atau Ariifin, Mushallin. 2013. “Rahasia Sukses Menjadi IB Forex “. KOMPAS, 2 Juni 2013.[10] BAB III PENUTUP 1. KESIMPULAN

Daftar pustaka dan daftar rujukan didalam suatu karya ilmiah sangatlah penting. Karya ilmiah dapat ditulis berdasarkan hasil penelitian, hasil percobaan, wawancara

dan studi kepustakaan. Daftar pustaka tau rujukan bisa diambil dari koran, majalah, buku, internet, dsb. Pada zaman sekarang ini lebih banyak yang memproleh dari intenet dibandingkan internet sendiri. DAFTAR PUSTAKA Darmawati, Uti. 2010. Bahasa Indonesia SMP. Klaten : PT Intan Pariwara. Hartini, sri. 2009. Bahasa Indonesia SMA. Jakarta: Graha Pustaka Jakarta. Maslikhah. 2013. Melejitkan Kemahiran Menulis Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa. Yogyakarta: Trustmedia. “menulis daftar rujukan” dalam http://aromblog.blogspot.com/2011/12/menulis-daftarrujukan.html, diunduh pada tanggal 27 November 2014.

Grafik dan Tabel (Pengertian, Tujuan, Contoh, Soal) Diposkan oleh Cah Samin on Rabu, 06 Januari 2016

Label: Bahasa Indonesia

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Selamat datang di blog Artikel & Materi . Senang sekali rasanya kali ini dapat kami bagikan artikel tentang Grafik dan Tabel meliputi Pengertian, Jenis / Macam, Tujuan, Cara Membaca, dan contoh soal grafik dan tabel. Mari kita bahas selengkapnya.. 1. GRAFIK Pengertian Grafik Grafik adalah gambaran pasang surutnya suatu keadaan atau data yang ada dengan garis atau gambar. Grafik dibedakan menjadi tiga macam, yaitu grafik batang, grafik garis, dan grafik lingkaran.

Jenis / Macam-macam Grafik a. Grafik Batang adalah lukisan naik turunnya data berupa batang atau balok dan dipakai untuk menekan kan adanya perbedaan tingkatan atau nilai berupa aspek.

b. Grafik Garis adalah lukisan naik turunnya data berupa garis yang di hubungkan dari titik-titik data secara berurutan. Grafik ini di gunakan untuk menggambarkan perkembangan atau perubahan dari waktu ke waktu.

c. Grafik Lingkaran adalah gambaran naik turunnya data berupa lingkaran untuk menggambarkan persentase dari nilai total atau seluruhnya.

Manfaat Grafik : 1. 2.

Menunjukkan fakta dengan jelas dan mudah dipahami Menjadikan proses komunikasi lebih cepat dan menarik

Langkah – langkah membaca grafik : 1. Amati judul grafik, 2. Amati lajur kanan, kiri, dan bawah, 3. Temukan benda yang mencolok pada data tersebut, dan 4. Tarik kesimpulan dari data yang disampaikan. CONTOH SOAL GRAFIK :

Grafik Penjualan Tiket dan Jumlah Pengunjung di Goa Akbar Simpulan isi grafik tersebut adalah ... A. Beberapa pengunjung Goa Akbar tidak membeli tiket masuk. B. Pengunjung Goa Akbar paling banyak pada bulan Desember. C. Jumlah rata-rata pengunjung lebih banyak daripada tiket terjual. D. Antara penjualan tiket dan jumlah pengunjung pada bulan September sama. KUNCI JAWABAN : C PEMBAHASAN : Simpulan grafik diperoleh dengan mencermati data pada grafik kemudian diberi pendapat . Data pada grafik tersebut: jumlah pengunjung pada September: 250;

Okt: 250; Nov: 251; Des: 302; tiket terjual: pada September: 250; Okt: 250; Nov: 2002; Des: 255. Rata-rata pengunjung lebih banyak dibandingkan dengan tiket terjual. 2. TABEL Pengertian Tabel

Tabel adalah daftar yang berisi sejumlah informasi berupa kata-kata dan bilangan, yang tersusun berturut ke bawah dalam kolom dan baris tertentu. Untuk menjelaskan isi tabel kita perlu membekali diri dengan pengetahuan yang berkaitan dengan informasi yang disusun dalam baris dan kolom. Tujuan 1. 2.

dibuat tabel Dapat memberikan banyak informasi secara Mempermudah pembaca dalam memahami

Hal 1. 2. 3. 4. 5. 6.

hal



: ringkas bacaan

yang perlu diperhatikan dalam menafsir tabel : Mencermati bagian-bagian tabel Membaca informasi di sekitar tabel Mengajukan pertanyaan tentang isi tabel Menafsirkan angka-angka atau data Mengaitkan antardata dengan tabel Mengambil kesimpulan

Mengidentifikasi Perhatikan

isi tabel

berikut

tabel. !

Jumlah buku di Perpustakaan Gemar No

Jenis

Judul

Eksempla r

1.

Cerita anakanak

42

134

2.

Novel Remaja

38

80

3.

Roman

19

42

4.

Dongeng

64

70

163

326

Jumlah

Simpulan isi tabel tersebut adalah … A.

Buku

cerita

anak-anak

terbanyak

judulnya B. Novel remaja setiap judul berjumlah

80 buku.

C. Jumlah terbanyak adalah buku cerita anak-anak. D. Jumlah jenis semua buku lebih banyak daripada jumlah judulnya.

Demikian artikel tentang Grafik dan Tabel meliputi Pengertian, Jenis / Macam, Tujuan, Cara Membaca, dan contoh soal grafik dan tabel. Semoga dapat menambah pengetahuan kita.. v

View more...

Comments

Copyright © 2017 EDOC Inc.