Makalah Lalu Lintas

November 12, 2016 | Author: Anonymous | Category: Documents
Share Embed


Short Description

tidak dapat menjamin bahwa semua pelajar dapat tertib berlalu lintas. B. Rumusan Masalah 1. Apa saja faktor penyebab ter...

Description

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lalu lintas di dalam Undang-undang No 22 tahun 2009 didefinisikan sebagai gerak kendaraan dan orang di ruang lalu lintas jalan, sedangkan yang dimaksud dengan ruang lalu lintas jalan adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak pindah kendaraan, orang, atau barang yang berupa jalan dan fasilitas pendukung. Pemerintah mempunyai tujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien melalui manajemen lalu lintas dan rekayasa lalu lintas. Tata cara berlalu lintas di jalan diatur dengan peraturan perundangan menyangkut arah lalu lintas, prioritas menggunakan jalan, lajur lalu lintas, jalur lalu lintas dan pengendalian arus di persimpangan. Salah satu masalah lalu lintas adalah tingginya tingkat pelanggaran berlalu lintas, khususnya di kalangan pelajar. Hal ini disebabkan karena para pelajar sangat rentan dan rawan dalam melakukan pelanggaran disiplin berlalu lintas. Kurangnya kesadaran para pelajar tentang hal ini menjadi permasalahan bagi pemerintah di kota – kota besar, salah satunya adalah kota denpasar. Angka kecelakaan yang terjadi di kota Denpasar terbilang cukup tinggi. Tercatat sebanyak 474 kasus selama Januari – Oktober 2009. Sebanyak 116 orang dinyatakan meninggal, 271 orang mengalami luka berat, 425 orang luka ringan, serta kerugian material yang dialami sebanyak Rp 1.010.320.000. Di perkirakan kecelakaan tersebut melibatkan 65% kalangan pelajar. Kecelakan tersebut umumnya terjadi wilayah black spot seperti Jalan By Pass Ngurah Rai, Jalan Ida Bagus Mantra, Jalan Gatot Subroto, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Mahendradatta. Banyak usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah kota Denpasar untuk mengurangi jumlah angka kecelakaan yang terjadi. Seperti memberlakukan zona tertib hukum yang dilakukan dikawasan Jalan PB Sudirman akan tetapi hal ini tidak dapat menjamin bahwa semua pelajar dapat tertib berlalu lintas.

B. Rumusan Masalah 1. Apa saja faktor penyebab terjadinya pelanggaran lalu lintas dikalangan pelajar di kota Denpasar? 2. Bagaimanakah cara menumbuhkan tingkat kesadaran pelajar terhadap keselamatan berlalu lintas khususnya di Kota Denpasar?

C. Tujuan 1. Untuk mengetahui penyebab terjadinya pelanggaran lalu lintas dikalangan pelajar di kota Denpasar. 2. untuk mengetahui cara menumbuhkan tingkat kesadaran pelajar terhadap keselamatan berlalu lintas khususnya di Kota Denpasar.

BAB II PEMBAHASAN A. Faktor penyebab terjadinya pelanggaran lalu lintas dikalangan pelajar di kota Denpasar Banyak sekali faktor- faktor penyebab terjadinya pelanggaran dikalangan pelajar di Kota Denpasar. Hal ini tidak dapat di anggap sepele karena sudah menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.Adapun faktor penyebab terjadinya pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar sebagai berikut : 1. Minimnya pengetahuan mengenai, peraturan, marka dan rambu lalu lintas Tidak semua pengemudi kendaraan paham dan mengetahui peraturanperaturan lalu lintas, arti dari marka, dan rambu-rambu lalu lintas. Penyebabnya adalah kurangnya kesadaran untuk mencari tahu arti dari marka dan rambu-rambu lalu lintas ditambah pada saat ujian memperoleh SIM, mereka lebih senang mendapatkan SIM dengan instan daripada mengikuti seluruh prosedur. 2. Dari kecil sudah terbiasa melihat orang melanggar lalu lintas Kondisi ini sangatlah ironi bila seorang anak kelak mencontoh orang yang lebih tua, bila yang lebih tua sering melanggar peraturan, kemungkinan besar anak itu juga melanggar. 3. Hanya patuh ketika ada polisi yang patroli atau melewati pos polisi Ini juga menjadi kebiasaan kebanyakan orang indonesia. Kita ambil contoh, seorang pelajar tidak akan melanggar lalu lintas ketika ada polisi yang sedang mengatur arus lalu lintas di simpang jalan atau ada polisi yang sedang jaga di pos dekat simpang tersebut. Namun bila tidak ada polisi, dia bisa langsung tancap gas. 4. Memutar balikkan ungkapan Sering kita dengar, "peraturan dibuat untuk dilanggar." Ini sangat menyesatkan. Akan tetapi entah bagaimana ungkapan ini sangat melekat di hati orang indonesia, sehingga sangat ingin menerapkannya. Semoga ungkapan ini tidak dipakai pada saat orang menjalankan ibadah sesuai agamanya. 5. Tidak memikirkan keselamatan diri atau orang lain Pemerintah telah mewajibkan beberapa standar keselamatan pengemudi saat mengemudikan kendaraannya seperti wajib memasang safety belt untuk pengemudi roda 4 dan wajib memakai helm,kaca spion tetap terpasang, dan menyalakan lampu pada siang hari bagi roda 2. Masih banyak contoh standar keselamatan lainnya, akan tetapi kenapa pengemudi malas menerapkannya? 6. Melanggar dengan berbagai alasan Alasan yang tidak tepat biasanya digunakan oleh para pelajar dengan mengaitkannya pada masalah pribadi seperti tidak ada yang mengantar kesekolah,

7. Bisa "damai" ketika tilang Ini hal yang paling sering terjadi. Ketika pengemudi-pengemudi melanggar peraturan atau tidak lengkapnya kelengkapan surat-surat saat dirazia, hal yang pertama diajukan oleh pengemudi tersebut adalah jalan "damai". Kalu tidak bisa "damai" di jalan, pasti nanti bisa coba "damai" lagi sebelum pengadilan demi mendapatkan kembali surat-surat yang ditahan oleh pihak kepolisian dengan segera. B. Cara menumbuhkan tingkat kesadaran pelajar terhadap keselamatan berlalu lintas khususnya di Kota Denpasar Menurunnya tingkat kesadaran pelajar terhadap keselamatan berlalulintas dapat dilihat dari rentannya kecelakaan yang dialami oleh para pelajar, seringnya tidak menaati tata tertib yang berlaku dijalan raya, tidak menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara dan tidak memiliki dokumen resmi berkendara seperti SIM dan STNK yang seharusnya wajib dimiliki dan dibawa oleh setiap pengendara. Berikut cara menumbuhkan kesadaran pelajar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. 1. Lebih bersikap professional di dalam menangani masalah-masalah lalu lintas. 2. Melakukan kegiatan dan usaha untuk menumbuhkan pengertian, dukungan dan pengikutsertaan masyarakat secara aktif dalam usaha menciptakan keamanan ketertiban dan kelancaran lalu lintas melalui proses pelatihan 3. Turut berpartisipasi dalam melaksanakan aturan lalu lintas dengan tertib. 4. menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara sejak dini secara otomatis akan menumbuhkan budaya disiplin berlalu-lintas. 5. mengimbau pihak sekolah dan orangtua siswa juga agar berperan aktif memberi pemahaman akan pentignya disiplin berlalu-lintas.

6.

View more...

Comments

Copyright © 2017 EDOC Inc.